PALEMBANG, Palembangterkini.com —Komisi IV DPRD Kota Palembang menerima audiensi warga RW 01 Talang Jambe terkait usulan pembangunan sekolah menengah pertama (SMP) negeri baru. Pertemuan berlangsung di ruang Komisi IV DPRD Palembang, Kamis, 30 April 2026.
Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi IV, Mgs Syaiful Padli, dan dihadiri anggota Yustin Kurniawan Zendrato, Andri Adam, M. Firdaus, Sholatudin, serta Duta Wijaya. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, H. M. Affan Prapanca, turut hadir.
Dari pihak warga, audiensi dihadiri tokoh masyarakat dan Forum RW Talang Jambe, antara lain Yusuf Sukri, Tri Ganda (RW 01), Budi Mulya, Munir, Maharami, Sopian, Cek Ung, Purwanto, Fahrudin, Mukmin, Edi Wijaya, Roy, Agus, Misman, Aam, Ade, Heri Mulyono, Kiki, Bambang, dan Nurlaila.
Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan kebutuhan mendesak penambahan fasilitas pendidikan tingkat SMP. Keterbatasan daya tampung sekolah dan jarak tempuh menjadi persoalan utama.

Syaiful Padli mengatakan sebagian besar siswa harus bersekolah ke wilayah Talang Betutu atau lokasi lain yang relatif jauh dari permukiman.
“Karena itu, masyarakat tidak hanya mengusulkan penambahan ruang kelas, tetapi juga pembangunan unit sekolah baru,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendirian sekolah baru harus melalui sejumlah tahapan sesuai ketentuan, antara lain kebutuhan riil jumlah siswa, ketersediaan lahan yang sah, kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah, serta kesiapan sarana, prasarana, dan tenaga pendidik.
Dalam rapat tersebut, Dinas Pendidikan Kota Palembang mengungkapkan rencana penyusunan Detail Engineering Design (DED) pada 2026. Jika berjalan sesuai target, pembangunan fisik diproyeksikan dimulai pada 2027 melalui APBD induk.
Affan Prapanca menyebut Talang Jambe menjadi salah satu wilayah prioritas pengembangan layanan pendidikan SMP.
“Kebutuhan di Talang Jambe cukup mendesak. Tahun ini kami dorong tahap perencanaan, sehingga diharapkan tahun depan sudah bisa masuk tahap pembangunan,” kata Affan.
Komisi IV DPRD Kota Palembang menyatakan dukungan terhadap usulan tersebut. Menurut mereka, kebutuhan SMP negeri di Palembang masih tinggi, terutama untuk memperluas akses pendidikan yang terjangkau.
Ketua RW 01 Talang Jambe, Tri Ganda, mengatakan pihaknya menyampaikan aspirasi warga terkait keterbatasan daya tampung sekolah. Ia menyebut sejumlah sekolah dasar di wilayah itu—SD 134, SD 35, SD 22, dan SD 124, serta sekolah berbasis pesantren seperti Aulia Cendekia—setiap tahun meluluskan ratusan siswa.
“Jumlah lulusan kelas VI mencapai sekitar 770 orang, sementara daya tampung di SMP Negeri 59 hanya sekitar 400 siswa,” ujarnya.
Tri Ganda juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kota Palembang, khususnya Komisi IV. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Andri Adam yang dinilai telah menyerap aspirasi warga serta menginisiasi pertemuan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kota Palembang, khususnya Komisi IV, terutama kepada Bapak Andri Adam yang telah menyerap aspirasi masyarakat di daerah kami dan mengundang kami untuk hadir langsung. Kami bisa duduk bersama di ruang Komisi IV DPRD Kota Palembang untuk membahas persoalan ini secara terbuka,” kata Tri Ganda.
Ia menambahkan, jumlah penduduk Talang Jambe mencapai sekitar 34.000 jiwa, dengan sekitar 17.000 jiwa berada di wilayah yang membutuhkan akses SMP negeri. Kondisi ini dinilai memperkuat urgensi pembangunan sekolah baru.
Warga berharap rencana tersebut segera direalisasikan agar akses pendidikan bagi anak-anak di Talang Jambe menjadi lebih dekat dan memadai. (Adi)


















