Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Palembang

Kapolda Sumsel Salurkan Sembako, DPW ADO Angkat Kisah Perjuangan Driver Ojol

Logo Media Palembang Terkini
6
×

Kapolda Sumsel Salurkan Sembako, DPW ADO Angkat Kisah Perjuangan Driver Ojol

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PALEMBANG, Palembangterkini.com — Bagi sebagian orang, jalan raya hanyalah jalur untuk menuju tempat kerja, pulang ke rumah atau mengantarkan seseorang ke sebuah tujuan. Namun bagi para pengemudi ojek online (ojol), jalan adalah tempat menggantungkan harapan.

Sejak pagi hingga malam, mereka terus bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Mengantarkan penumpang, makanan, barang hingga berbagai kebutuhan masyarakat. Di tengah panas, hujan, kemacetan dan risiko kecelakaan, mereka tetap menjalankan pekerjaan demi satu tujuan: membawa pulang penghasilan untuk keluarga.

Example 300x600

Kisah para pengemudi inilah yang hendak diangkat Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Driver Online (DPW ADO) Sumatera Selatan dalam kegiatan bertajuk “Mengenang Jasa Pahlawan, Menguatkan Solidaritas dan Kepedulian kepada Para Pejuang Nafkah di Jalan.”

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Sekretariat DPW ADO Sumsel, Sabtu (29/8/2026), mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai.
Momentum tersebut tidak hanya diisi dengan kegiatan sosial. DPW ADO Sumsel ingin menjadikan peringatan tersebut sebagai ruang untuk melihat sisi lain dari perjuangan para pengemudi online yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Ketua ADO Sumsel, Asrul Indrawan, mengatakan perjuangan para pengemudi ojol tidak selalu terlihat dari luar.
Di balik jaket dan kendaraan yang digunakan bekerja, terdapat tanggung jawab besar yang harus dipenuhi. Mulai dari kebutuhan rumah tangga, pendidikan anak, cicilan kendaraan hingga kebutuhan sehari-hari.

“Di balik setiap perjalanan, ada perjuangan. Ada orang tua yang meninggalkan rumah sejak pagi untuk mencari nafkah. Ada pengemudi yang tetap menerima order ketika sebagian masyarakat sudah beristirahat. Mereka menghadapi panas, hujan dan berbagai risiko demi memastikan kebutuhan keluarga terpenuhi,” kata Asrul.

Menurutnya, para pengemudi mungkin tidak disebut sebagai pahlawan dalam pengertian sejarah. Namun semangat pengorbanan dan ketekunan yang mereka tunjukkan setiap hari merupakan bentuk perjuangan yang patut dihargai.

Sembako dari Kapolda Sumsel

Dalam kegiatan tersebut, DPW ADO Sumsel juga dijadwalkan menerima bantuan sosial berupa paket sembako dari Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.
Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada komunitas pengemudi online yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas masyarakat.

Bagi penerima, paket sembako mungkin terlihat sederhana. Namun kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula dan kebutuhan rumah tangga lainnya merupakan pengeluaran yang harus dipenuhi secara rutin.

Karena itu, bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi simbol perhatian kepada para pekerja sektor informal.
Asrul mengatakan bantuan tersebut tidak hanya dilihat dari nilai materi yang diterima.

Menurutnya, ada pesan sosial yang lebih penting, yakni adanya perhatian terhadap para pengemudi yang setiap hari berada di jalan dan berhadapan dengan berbagai tantangan.
“Ini bukan sekadar sembako. Ada kepedulian dan penghargaan terhadap teman-teman pengemudi yang setiap hari berjuang di jalan,” ujarnya.

Pahlawan Tanpa Seragam

Semangat mengenang jasa pahlawan selama ini identik dengan tokoh-tokoh yang berjuang untuk bangsa dan negara.
Namun, nilai kepahlawanan juga dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Seorang ayah yang berangkat pagi dan pulang malam demi memenuhi kebutuhan keluarga. Seorang ibu yang bekerja tanpa mengenal lelah. Seorang pengemudi yang tetap berada di jalan ketika hujan turun dan order masih harus diselesaikan.

Mereka tidak berada di medan perang.
Mereka tidak membawa senjata.
Tetapi mereka menghadapi perjuangan yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Para pengemudi mungkin tidak mengenakan seragam perjuangan dan tidak membawa senjata. Tetapi perjuangan mereka nyata. Mereka berjuang dengan kendaraan yang digunakan setiap hari untuk menghidupi keluarga,” kata Asrul.

Menurutnya, perspektif tersebut penting agar masyarakat tidak hanya melihat pengemudi ojol dari sisi layanan yang diberikan.
Di balik setiap pengantaran terdapat manusia yang memiliki keluarga, kebutuhan dan tanggung jawab.
Jalan Menjadi Ruang Perjuangan
Mobilitas pengemudi ojol yang tinggi membuat mereka menjadi salah satu kelompok pengguna jalan yang sangat aktif.

Dalam sehari, seorang pengemudi dapat berpindah ke banyak lokasi. Mereka menghadapi kepadatan lalu lintas, kondisi jalan, cuaca yang berubah serta berbagai risiko lainnya.
Tidak semua perjalanan menghasilkan pendapatan yang sama.
Ada waktu ketika order ramai, tetapi ada pula saat pengemudi harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan pesanan.

Meski demikian, roda kendaraan tetap harus bergerak.
Sebab bagi mereka, waktu di jalan berkaitan langsung dengan penghasilan keluarga.
Karena itu, DPW ADO Sumsel ingin membangun kesadaran bahwa para pengemudi ojol bukan sekadar bagian dari layanan transportasi berbasis aplikasi.

Mereka juga merupakan bagian dari masyarakat pekerja yang memiliki kontribusi terhadap aktivitas ekonomi perkotaan.
Memperkuat Solidaritas Sesama Pengemudi
Selain mengangkat sisi kemanusiaan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat solidaritas antaranggota komunitas.

Menurut Asrul, kebersamaan menjadi salah satu kekuatan penting bagi para pengemudi online.
Profesi sebagai pengemudi memang dilakukan secara individual ketika berada di jalan. Namun berbagai persoalan yang muncul dapat dihadapi bersama melalui komunikasi dan solidaritas komunitas.

Ketika ada pengemudi yang mengalami kesulitan, rekan sesama pengemudi dapat memberikan dukungan. Ketika ada persoalan yang membutuhkan perhatian bersama, organisasi dapat menjadi ruang untuk menyampaikan aspirasi.

“Yang ingin kita bangun adalah rasa kebersamaan. Kita ingin teman-teman pengemudi merasa bahwa mereka tidak sendiri ketika menghadapi persoalan,” ujarnya.

Solidaritas tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan dalam kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi budaya dalam kehidupan komunitas pengemudi online di Sumatera Selatan.
Kepolisian dan Ojol Bangun Komunikasi
Hubungan antara kepolisian dan komunitas pengemudi online juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut.

Para pengemudi memiliki intensitas tinggi berada di jalan. Karena itu, komunikasi dengan aparat kepolisian diperlukan untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan kondusif.
Kolaborasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan aturan lalu lintas, tetapi juga menyangkut keselamatan berkendara dan terciptanya ruang publik yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan.

Bantuan sosial dari Kapolda Sumsel dalam momentum tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari pendekatan yang lebih humanis.
Kehadiran kepolisian di tengah komunitas masyarakat tidak hanya ditunjukkan melalui fungsi penegakan hukum, tetapi juga melalui komunikasi dan kepedulian sosial.

Bagi komunitas pengemudi, perhatian semacam itu menjadi bentuk penghargaan terhadap keberadaan mereka sebagai bagian dari masyarakat.
Keselamatan Tetap Menjadi Prioritas
Di balik perjuangan mencari nafkah, terdapat satu hal yang tidak boleh dilupakan: keselamatan.

Tidak sedikit waktu yang dihabiskan pengemudi di jalan. Semakin tinggi mobilitas, semakin besar pula kemungkinan menghadapi risiko lalu lintas.
Karena itu, mengejar target order tidak boleh mengorbankan keselamatan.
DPW ADO Sumsel juga mendorong para pengemudi agar tetap mengutamakan keselamatan dalam menjalankan aktivitas.

Sebab berapa pun nilai sebuah pesanan, tidak ada pendapatan yang sebanding dengan keselamatan jiwa.
Bagi pengguna jalan lainnya, kepedulian juga dapat diwujudkan dengan memberikan ruang yang aman bagi pengemudi, menaati aturan lalu lintas dan tidak mengabaikan keberadaan pengguna jalan lainnya.

Sementara pengguna jasa ojol dapat menunjukkan penghargaan dengan memperlakukan pengemudi secara wajar dan manusiawi.
Bukan Sekadar Sembako
Kegiatan DPW ADO Sumsel tersebut pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang paket sembako.

Ada pesan yang ingin dibawa lebih jauh: bahwa perjuangan masyarakat biasa juga layak dihargai.

Para pengemudi ojol merupakan bagian dari wajah kehidupan perkotaan. Mereka membantu masyarakat berpindah tempat, mengantarkan kebutuhan, menghubungkan penjual dengan pembeli dan mempercepat berbagai aktivitas sehari-hari.
Mereka bergerak ketika masyarakat membutuhkan.

Mereka berada di jalan ketika banyak orang memilih berada di rumah.
Karena itu, perhatian terhadap mereka bukan sekadar penghargaan terhadap sebuah profesi. Lebih dari itu, merupakan bentuk penghormatan kepada manusia yang sedang berjuang untuk kehidupan keluarganya.

Melalui kegiatan “Mengenang Jasa Pahlawan, Menguatkan Solidaritas dan Kepedulian kepada Para Pejuang Nafkah di Jalan”, DPW ADO Sumsel ingin menghidupkan semangat kepahlawanan dalam bentuk yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Semangat itu diwujudkan melalui kepedulian, solidaritas dan penghargaan terhadap mereka yang bekerja keras.
Dukungan bantuan sosial dari Kapolda Sumsel diharapkan semakin mempererat hubungan antara kepolisian, komunitas pengemudi online dan masyarakat.
Pada akhirnya, sebuah kota tidak hanya dibangun oleh gedung-gedung tinggi, pusat perdagangan dan jalan yang ramai.

Kota juga hidup karena ada orang-orang yang setiap hari menggerakkan aktivitas di dalamnya.

Di antara mereka ada para pengemudi ojol yang terus menembus panas, hujan, kemacetan dan berbagai tantangan demi satu tujuan sederhana namun berarti: pulang membawa rezeki untuk keluarga.
“Dari para pahlawan yang kita kenang, kita belajar tentang pengorbanan. Dari para pejuang nafkah di jalan, kita belajar bahwa perjuangan itu masih hidup hingga hari ini,” tutup Asrul.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *