PALEMBANG – Palembangterkini.com Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Palembang yang dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2026, dinamika internal partai kian menguat. Salah satu figur yang menyatakan kesiapan maju sebagai Ketua PKB Kota Palembang adalah Dr. (Cand) Harya Pratystha Endhie Putra, SH., MH.
Harya yang saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Palembang selama dua periode (2019–2024 dan 2024–2029), sekaligus Ketua Garda Bangsa Kota Palembang, menegaskan bahwa langkahnya merupakan bentuk pengabdian sebagai kader partai.
“Dari kader untuk partai, saya siap mengabdi. Ini momentum penting untuk memperkuat PKB agar semakin solid dan benar-benar hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Muscab yang akan digelar besok dipandang sebagai momentum strategis dalam menentukan arah kepemimpinan dan masa depan PKB di tingkat kota. Dalam konteks tersebut, Harya hadir dengan membawa visi besar yang bertumpu pada konsolidasi organisasi, regenerasi kepemimpinan, serta penguatan kehadiran politik yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Visi tersebut diterjemahkan ke dalam tujuh program strategis atau yang disebut sebagai “7 Program Harya”.
Pertama, mengaktifkan seluruh struktur partai mulai dari DPC, DPAC, DPRt hingga DPArt guna memastikan mesin organisasi berjalan efektif hingga ke tingkat bawah.
Kedua, membangun sistem database keanggotaan partai berbasis aplikasi digital yang dikelola oleh masing-masing DPAC, dengan evaluasi berkala setiap enam bulan untuk menjaga akurasi dan pertumbuhan kader aktif.
Ketiga, mendorong sosialisasi kepartaian secara masif oleh DPAC, DPRt, dan DPArt, dengan dukungan penuh dari DPC sebagai penguatan ideologi dan eksistensi partai di tengah masyarakat.
Keempat, melakukan rekrutmen kader potensial secara berkelanjutan, dengan menyasar kalangan muda, profesional, dan tokoh masyarakat.
Kelima, memaksimalkan peran badan otonom (Banom) PKB sebagai penggerak utama aktivitas partai di berbagai sektor.
Keenam, menyelenggarakan pelatihan kaderisasi unggul di semua tingkatan partai, minimal dua kali dalam setahun, untuk mencetak kader yang kompeten dan siap bersaing.
Ketujuh, membangun isu-isu positif guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap PKB, termasuk dengan menggandeng influencer serta memaksimalkan penggunaan media sosial.
Di tengah dinamika tersebut, sosok Harya selama ini dikenal luas sebagai figur yang ramah, santun, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap masyarakat. Ia dinilai mampu membangun komunikasi yang cair dan inklusif, serta bersahabat dengan berbagai kalangan tanpa sekat.
Kedekatannya dengan masyarakat juga tercermin dari intensitasnya turun langsung ke lapangan, aktif bersosialisasi, serta menjalin interaksi dengan berbagai lapisan dan struktur sosial. Hal ini menjadi salah satu kekuatan sosial-politik yang melekat pada dirinya.
“Partai harus kuat secara struktur, tetapi juga harus dekat dengan masyarakat. Kehadiran itu tidak boleh elitis, harus dirasakan langsung,” ungkapnya.
Pelaksanaan Muscab PKB Kota Palembang besok diprediksi akan menjadi titik krusial dalam menentukan arah baru partai. Dukungan dari kader serta kemampuan kandidat dalam mengonsolidasikan kekuatan internal akan menjadi faktor penentu dalam kontestasi tersebut.
Dengan latar belakang sebagai legislator dan akademisi hukum, serta didukung karakter personal yang komunikatif dan membumi, Harya dinilai membawa kombinasi pengalaman dan pendekatan sosial yang dapat menjadi energi baru bagi PKB Kota Palembang ke depan. (Adi)


















