Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
OtomotifPalembang

Fariz Montesz Maju Calon Ketua IMI Sumsel, Bawa Gagasan Menuju Tiga Besar Nasional

Logo Media Palembang Terkini
11
×

Fariz Montesz Maju Calon Ketua IMI Sumsel, Bawa Gagasan Menuju Tiga Besar Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

PALEMBANG, Palembangterkini.com – Pembenahan organisasi dan penguatan ekosistem olahraga otomotif menjadi fokus Muhammad Fariz Dwi Saputra atau Fariz Montesz dalam pencalonannya sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Selatan periode 2027-2031.

Dengan pengalaman sekitar dua dekade di lingkungan IMI Sumsel, Fariz membawa visi menjadikan IMI sebagai rumah bersama bagi klub, atlet, penyelenggara event, sponsor, Pengcab kabupaten/kota hingga komunitas otomotif.

Example 300x600

Fariz menegaskan, pencalonannya bukan didorong ambisi mendapatkan jabatan, melainkan keinginan untuk memperbaiki tata kelola organisasi sekaligus mengoptimalkan potensi otomotif yang dimiliki Sumatera Selatan.

“Saya maju sebagai calon Ketua IMI Sumsel bukan karena jabatan, tapi karena panggilan. Panggilan untuk membenahi rumah besar kita, IMI Sumatera Selatan,” kata Fariz.

Menurut Fariz, Sumsel memiliki modal kuat untuk menjadi salah satu pusat olahraga otomotif nasional. Selain memiliki sejumlah fasilitas seperti Sirkuit Skyland dan Sirkuit Manggul, antusiasme generasi muda terhadap dunia balap juga terus tumbuh.

Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya terkelola secara maksimal.

Persoalan pembinaan atlet, penyelenggaraan event, perizinan, sponsorship hingga penguatan organisasi disebut masih membutuhkan perhatian serius.

“Selama ini saya melihat sendiri, atlet berbakat belum dibina secara optimal. Klub penyelenggara juga masih menghadapi kesulitan, termasuk biaya dan proses mengurus izin event. Event yang sebenarnya bagus terkadang tenggelam karena kurang gaung,” ujarnya.

Karena itu, Fariz ingin membangun IMI Sumsel yang lebih terbuka dan mampu memberikan ruang yang proporsional kepada seluruh klub.

Ia menilai klub-klub besar harus tetap diapresiasi, sementara klub yang sedang berkembang perlu mendapatkan pendampingan agar dapat tumbuh dan melahirkan talenta baru.

“IMI Sumsel harus menjadi rumah untuk seluruh klub sebagai pemilik mandat dan 17 Pengcab kabupaten/kota. Klub besar dihargai, klub kecil dirangkul. Atlet dibina, event digelorakan, dan organisasi dibenahi,” katanya.

Target Masuk Tiga Besar IMI Terbaik Nasional

Salah satu target utama yang diusung Fariz adalah membawa IMI Sumsel masuk tiga besar Pengprov IMI terbaik di Indonesia.

Target tersebut akan ditempuh melalui penguatan sejumlah sektor, mulai dari event, pembinaan atlet, mobilitas, sarana dan prasarana, digitalisasi organisasi hingga kegiatan sosial.

Di sektor event, Fariz ingin menjadikan Sumsel sebagai tuan rumah berbagai kegiatan berskala nasional, termasuk Jambore Nasional dan Kejuaraan Nasional.

Ia juga berencana memperbanyak event komunitas serta membantu klub mengatasi persoalan administrasi, perizinan dan sponsorship.

“Kemudahan perizinan dan sponsor menjadi salah satu hal yang harus kita bantu. Jangan sampai klub yang ingin membuat event justru kesulitan karena persoalan administratif dan pembiayaan,” ujarnya.

Untuk pembinaan atlet, Fariz menggagas pembentukan sekolah balap atau racing school. Program tersebut diharapkan menjadi jalur pembinaan berkelanjutan bagi pembalap muda, mulai dari usia dini hingga mampu berkompetisi di tingkat nasional dan internasional.

Dukungan terhadap pembalap Sumsel yang berkompetisi di luar daerah juga akan diperkuat.

Selain atlet, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengurus dan petugas lapangan menjadi perhatian. Fariz menilai kualitas sebuah event sangat dipengaruhi kompetensi orang-orang yang bekerja di belakang layar.

Dari sisi infrastruktur, ia mendorong optimalisasi sirkuit permanen yang tersedia di Sumsel.

Sementara sekretariat IMI Sumsel akan diarahkan menjadi “Rumah Bersama” yang representatif, inklusif dan nyaman bagi pengurus, klub, atlet, sponsor, media serta pemangku kepentingan lainnya.

Digitalisasi juga menjadi bagian dari gagasan yang ditawarkan. Fariz ingin mengoptimalkan media sosial IMI Sumsel sekaligus menghadirkan podcast yang membahas perkembangan olahraga dan industri otomotif.

Program lain yang disiapkan meliputi optimalisasi kerja sama merchant melalui KTA IMI serta kegiatan sosial seperti Jumat Berkah.

Dua Dekade Berkecimpung di Dunia Otomotif

Fariz bukan pendatang baru di dunia otomotif Sumsel. Ia tumbuh dalam keluarga yang memiliki sejarah panjang di dunia tersebut.

Ayahnya, Barnas Bursyah, merupakan salah satu pendiri Montesz Sport Club bersama Handoko Halim, Beben Bursyah dan Deden Bursyah. Berdiri sejak era 1980-an, Montesz dikenal sebagai salah satu klub otomotif yang telah lama berkiprah di Indonesia.

Montesz kemudian berkembang menjadi salah satu penyelenggara event balap yang produktif. Bersama generasi penerus, termasuk Fariz bersaudara, Montesz menghadirkan berbagai konsep event otomotif, termasuk night race dan sportainment.

Sebelum pandemi Covid-19, Montesz mampu menggelar rata-rata 20 hingga 30 event setiap tahun di berbagai wilayah Sumatera dan Jawa.

Fariz sendiri mengaku tidak pernah benar-benar meninggalkan dunia otomotif. Di tengah kesibukannya mengembangkan bisnis transportasi dan kuliner melalui YAFA Group, ia tetap aktif dalam berbagai kegiatan IMI Sumsel.

Ia juga masih terlibat sebagai pimpinan lomba maupun dewan juri dalam sejumlah event otomotif.

“Saya sudah bergabung dengan IMI Sumsel selama sekitar 20 tahun, sejak masih duduk di bangku SMA. Saat itu ayah saya menjabat sebagai sekretaris umum. Selama 20 tahun itu, kemampuan organisasi dan jaringan ekosistem saya ditempa dari level paling bawah,” ujarnya.

Pengalaman tersebut, kata Fariz, membuatnya memahami persoalan yang dihadapi berbagai unsur dalam ekosistem otomotif, mulai dari pengurus, klub, atlet, sponsor hingga penyelenggara event.

Karena itu, ia ingin menghadirkan kepemimpinan yang lebih terbuka, transparan dan aktif menjembatani kepentingan seluruh stakeholder.

“Yang kita butuhkan sekarang adalah jembatan. Ketua harus punya waktu, totalitas dan hadir untuk menjembatani semua stakeholder, mulai dari pengurus provinsi, Pengcab kabupaten/kota, klub, atlet, sponsor sampai media,” katanya.

Rekam Jejak di Balap dan Organisasi

Pengalaman Fariz di dunia otomotif mencakup berbagai bidang, mulai dari pembalap, manajer tim, penyelenggara event hingga organisatoris.

Sebagai pembalap, ia pernah turun di ajang slalom pada 2004-2008 dan mengikuti sejumlah seri Kejurnas Slalom bersama Montesz Slalom Team. Ia juga beberapa kali berhasil meraih podium.

Di bidang manajemen tim, Fariz pernah menjadi manajer kontingen balap motor Pra-PON Riau 2012 di Sentul Karting. Kontingen yang ditanganinya ketika itu menjadi satu-satunya kontingen dari Sumatera yang berhasil lolos di seluruh nomor pertandingan.

Sementara di bidang penyelenggaraan event, Fariz tercatat sebagai CEO Montesz Indonesia sejak 2015 hingga sekarang.

Ia juga telah terlibat dalam kepengurusan IMI sejak 2004 dengan berbagai posisi yang pernah dipercayakan kepadanya.

Dukungan terhadap event balap juga dilakukan melalui brand bisnis Yafa Rent Car.

Tokoh Otomotif Minta IMI Dikelola Transparan

Pencalonan Fariz turut mendapat perhatian dari sejumlah tokoh otomotif Sumsel.

Tokoh otomotif Sumsel, Arief Purnomo atau akrab disapa Pupung , menilai Fariz telah memiliki kedekatan dengan dunia otomotif sejak usia muda.

Menurutnya, setiap daerah memiliki pembalap dan talenta yang berpotensi menjadi andalan di tingkat nasional. Tantangannya adalah bagaimana IMI mampu membangun sistem pembinaan yang membuat talenta tersebut berkembang secara berkelanjutan.

“Fariz ini dari kecil sudah berada di dunia otomotif. Setiap daerah ada jagoannya untuk tingkat nasional. Yang menjadi pertanyaan sekarang, bagaimana ke depan supaya IMI semakin maju,” katanya.

Arief juga berharap IMI Sumsel dikelola secara transparan dan profesional, termasuk dalam penerbitan KTA maupun penyelenggaraan event.

“IMI jangan menjadi alat politik. Ke depan kita ingin IMI transparan, baik dalam membuat KTA maupun dalam membuat event,” ujarnya.

Sementara itu, mantan pengurus IMI Sumsel sekaligus tokoh otomotif Sumsel, Ridwan Tumenggung, berpesan agar Fariz nantinya mampu merangkul seluruh klub.

Menurut Ridwan, klub memiliki posisi penting dalam proses organisasi sehingga komunikasi dengan seluruh klub harus menjadi prioritas.

“Pesan saya untuk ananda Fariz, benahi dulu jumlah suara karena klub itu satu klub satu suara. Klub-klub ini harus dirangkul semua,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar struktur kepengurusan tidak dibuat terlalu gemuk.

“Jangan banyak-banyak pengurus. Yang penting orang-orangnya mau bekerja,” ujarnya.

Fariz berharap pencalonannya dapat menjadi momentum untuk menyatukan seluruh elemen otomotif Sumsel.

“Buku profil ini kami persembahkan sebagai komitmen. Mari bersama kita satukan tekad, raih prestasi dan harumkan nama Sumsel di kancah nasional. Bismillah, untuk IMI Sumsel yang lebih maju,” kata Fariz.

Pewarta : bro Adi

083121221919

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *